Kamis, 05 November 2009

Info Hi-Tech : "GSM Interceptor" KPK Senilai Rp. 28,07 milyar

Berdasarkan UU Nomor 30 Tahun 2002, KPK diberi kewenangan untuk melakukan penyadapan dan perekaman pembicaraan yang dapat digunakan sebagai alat bukti yang sah, sehingga diambil inisiatif. Oleh karena itu, KPK mengadakan alat penyadap berteknologi tinggi.




Pengadaan alat penyadap itu telah sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah yang mengatur penunjukan langsung pekerjaan yang perlu dirahasiakan dan menyangkut pertahanan, serta keamanan negara.



Harga alat penyadap di KPK sebesar Rp. 28,07 miliar, yang terdiri atas :
  • 1 unit pusat pemantau (monitoring center) senilai Rp17,31 miliar,
  • 3 unit alat jinjing (portable) senilai masing - masing Rp1,51 miliar, Rp5,25 miliar dan Rp4 miliar

Berikut ini gambaran singkat dua cara kerja sebuah penyadap telepon selular :
  • Penyadapan menggunakan alat Interceptor. Sebuah interceptor bekerja dengan cara menangkap dan memproses sinyal yang terdeteksi oleh sebuah ponsel. Interceptor telah dilengkapi dengan Radio Frequency (RF) triangulation locator yang berfungsi untuk menangkap sinyal secara akurat dan dilengkapi dengan sebuah software Digital Signal Processing yang membuat pemrosesan algoritma bisa berjalan cepat dan mudah. Sehingga, pengguna alat ini dapat menangkap sinyal dan trafik selular dan mengincar spesifikasi target tertentu. Jadi, alat ini bisa menyadap berbagai pembicaraan di ponsel-ponsel yang sinyalnya masih tertangkap di dalam jangkauannya.

  • Penyadapan menggunakan software tertentu.Penyadapan lain melalui sebuah software mata-mata (spyware). Seperti halnya sebuah program jahat semacam trojan dan malware, spyware mampu melacak aktivitas ponsel dan mengirimkan informasi tersebut kepada pihak ketiga, dalam hal ini adalah si penyadap. Aplikasi spyware menyebabkan baterai dan pulsa ponsel bakal cepat terkuras. Program ini dapat menonaktifkan program tertentu di dalam ponsel, bahkan menghapus informasi yang tersimpan dalam ponsel tanpa sepengetahuan pemilik ponsel. PDA dan ponsel pintar merupakan sasaran empuk penyadapan, karena ia memiliki kemampuan untuk menerima informasi penting seperti e-mail informasi dari internet, pesan instan dan lain-lain. Apalagi, informasi-informasi penting seperti akun bank biasanya disimpan disini. Selain itu, konektivitas PDA dan ponsel pintar juga menyebabkannya lebih terbuka dari serangan trojan atau spyware.
    Sebagai penutup, lengkapilah ponsel cerdas Anda dengan antivirus terlebih bagi teman-teman yang suka ber-facebook ria dan jangan membuka pesan atau file yang dikirim oleh orang yang tak dikenal.

2 comments:

bodi mengatakan...

kalo alat penyadap berbentuk mouse bisa di beli di mana ya?

informasinya mohon dikirim di email saya
sapiparah3@yahoo.com
terima kasih

Anonim mengatakan...

can we trace the vechile speed from far distance Mobile GSM phone interceptors